Yang Terungkap di Dakwaan 4 Tentara Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus – Jakarta – Sidang perdana kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menguak fakta-fakta baru. Empat anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI menjadi terdakwa. Mereka secara terang-terangan merencanakan aksi tersebut dengan motif dendam terhadap aktivis yang kritis itu. Berikut hal-hal terungkap dalam dakwaan oditur militer.
Baca Juga: Pemprov Jatim Cetak Transaksi Rp15,25 Triliun dalam Misi Dagang ke Malaysia
Motif Utama: Jengkel karena Andrie Dianggap Melecehkan TNI
Oditur Militer mengungkapkan akar masalah berawal pada Maret 2025. Saat itu, Andrie Yunus memaksa masuk dan menginterupsi rapat revisi UU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta. Para terdakwa menganggap tindakan Andrie sebagai pelecehan berat terhadap institusi TNI. Rasa sakit hati itu terus dipendam hingga akhirnya memuncak pada Maret 2026.
Kronologi Perencanaan
Pada 9 Maret 2026, dua terdakwa (Edi Sudarko dan Budhi Hariyanto) bertemu di Masjid Bais TNI. Tak hanya mengobrol biasa, Budhi menunjukkan video aksi Andrie saat mendobrak rapat. Dari sinilah ide itu mulai mengeram.
Puncaknya, pada 11 Maret, keempat pelaku berkumpul minum kopi di Mess Denma Bais TNI. Saat itu Edi berkata kesal dan ingin “memukul” Andrie sebagai pelajaran. Budhi lalu menjawab: “Jangan dipukuli tapi disiram saja dengan cairan pembersih karat.” ide itu disetujui oleh Kapten Nandala dan Lettu Sami tanpa ada yang menolak.
Persiapan Senjata Kimia
Saat akan berangkat (12/3), terdakwa Budhi mengambil aki bekas di toilet belakang. Ia juga mencuri cairan pembersih karat dari lemari besi bengkel. Kedua bahan kimia itu dicampur dalam gelas tumbler warna ungu yang dibungkus plastik hitam.
Pembagian Taktik di Lapangan
Setelah puasa, mereka terus memantau hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Saat YLBHI sepi, Andrie melaju keluar dengan motor. Daripada pulang, Nandala langsung berteriak, “Itu dia!”
Eksekusi di Persimpangan
Para pelaku mengepung motor Andrie. Begitu lampu merah, motor para pelaku berbalik arah lalu melambat menunggu korban. Saat berpapasan, Edi menuangkan campuran racun ke tubuh Andrie. Aksi itu begitu brutal hingga Edi sendiri ikut terkena cipratannya, kepanikan membuatnya menjatuhkan botol dan kabur ke arah RSCM.