Serahkan Rafale dan Misil ke TNI, Prabowo: Ini Tonggak Penambahan Kekuatan RI – Presiden Prabowo Subianto secara resmi menyerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) modern kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI). Seremoni berlangsung di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Senin (18/5/2026). Prabowo menegaskan bahwa momentum ini merupakan “tonggak penambahan kekuatan” pertahanan nasional .
Baca Juga: Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Transfer Data Kependudukan RI ke AS
Ratusan Alutsista Strategis Tiba
Dalam seremoni yang berlangsung khidmat tersebut, pemerintah menyerahkan enam unit pesawat tempur Dassault Rafale. Keenam jet tempur generasi 4.5 buatan Prancis ini merupakan bagian awal dari kontrak pembelian total 42 unit yang diteken pada 2022 . Pengiriman selanjutnya akan dilakukan secara bertahap hingga 2029 .
Selain Rafale, Presiden juga menyerahkan empat unit pesawat Dassault Falcon 8X, satu unit pesawat angkut strategis Airbus A400M Atlas MRTT, serta Radar GCI GM403 untuk memperkuat sistem pengawasan udara nasional .
Rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer
Tidak hanya platform pesawat, pemerintah juga menyerahkan sistem persenjataan modern. TNI AU kini diperkuat dengan rudal jarak jauh Meteor yang memiliki kemampuan beyond visual range (BVR) hingga sekitar 200 kilometer. Selain itu, terdapat pula Smart Weapon AASM Hammer sebagai munisi presisi untuk mendukung misi serangan darat .
Dengan kombinasi jet tempur canggih dan rudal jarak jauh ini, kemampuan tempur sekaligus efek daya tangkal Indonesia di kawasan diyakini akan meningkat secara signifikan .
Prabowo: Penangkal untuk Jaga Kedaulatan
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa penguatan ini bukan untuk kepentingan agresif, melainkan sebagai alat penangkal atau deterrent untuk menjaga kedaulatan wilayah sendiri .
“Ini hanya salah satu tonggak penambahan kekuatan, kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita. Sebagai penangkal ya, sebagai deterrent, kita enggak punya kepentingan selain jaga wilayah kita sendiri,” ujar Prabowo di hadapan awak media .
Ia juga menyoroti situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, pertahanan merupakan syarat utama untuk menjaga stabilitas dan jaminan kedaulatan bangsa di tengah dinamika dunia yang terus berubah .
Prosesi Penyiraman Air Kembang
Proses penyerahan alutsista ini diwarnai dengan tradisi militer. Presiden Prabowo didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Agus Subiyanto, serta Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal Mohamad Tonny Harjono melakukan penyiraman air kembang ke salah satu unit pesawat Rafale sebagai simbol resmi penguatan armada udara .
Usai seremoni, Presiden menyerahkan kunci pesawat secara simbolis kepada Panglima TNI untuk kemudian diteruskan kepada KSAU. Acara dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke dalam cockpit Rafale, pemeriksaan rudal Meteor, serta peninjauan radar GCI GM403 .