Kronologi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi: Berawal dari Serangan Taksi Green SM – Kecelakaan maut antara KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) pagi berawal dari aksi nekat seorang supir taksi. Kejadian sambungan rangkaian kereta ini menyebabkan 14 orang tewas dan puluhan luka-luka .
Baca Juga: Kronologi Kecelakaan Kereta Api di Bekasi: Berawal dari Serangan Taksi Green SM
Awal Mula: Taksi Hijau “Maksa” Masuk Perlintasan
Insiden mematikan ini dipicu oleh sebuah taksi Green SM plat nomor B-1188-FQ. Saat palang pintu kereta api mulai ditutup dan sirene berbunyi, supir taksi nekat memaksa menerobos.
Akibatnya, rangkaian KRL Commuter Line tujuan Cikarang-Jatinegara menabrak taksi tersebut. Kecelakaan pertama ini terjadi sekitar pukul 10.45 WIB di KM 19+700 petak jalan antara Stasiun Bekasi dan Stasiun Tambun.
“KRL sempat berhenti di lokasi kejadian setelah menabrak taksi. Petugas kami sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi saat insiden berikutnya terjadi,” kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus .
Kereta Argo Bromo Hantam KRL, Korban Berjatuhan
Pukul 11.15 WIB, saat KRL sedang berhenti di lokasi sekitar lima menit untuk penanganan awal dan evakuasi korban, datang Kereta Api Argo Bromo dengan nomor perjalanan KA 25 dari rel berlawanan.
Pengerjaan sinyal blok di petak jalan tersebut diduga tengah dalam status “faulty” atau bermasalah. Akibatnya, masinis Argo Bromo tidak mengetahui adanya kereta lain yang berhenti di depannya. Kecelakaan kedua ini mengakibatkan tabrakan sambungan.
Ledakan terjadi dan menyebabkan kedua kereta, yang masing-masing membawa ratusan penumpang, mengalami kebakaran hebat. KRL yang merupakan lansiran (rangkaian tua) terbakar sangat parah hingga hangus terbakar . Ruang masinis dan beberapa kereta Argo Bromo yang menabrak dari belakang pun ikut rusak berat .
Data Korban dan Upaya Penanganan
Hingga malam hari, data korban yang berhasil dihimpun oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi mencatat 14 orang tewas dan 27 orang luka-luka. Semua korban telah dibawa ke rumah sakit, termasuk beberapa yang dirawat di ICU .
Selain korban manusia, kecelakaan ini juga mengakibatkan kerugian infrastruktur dan operasional yang besar, menyebabkan terganggunya perjalanan puluhan kereta lainnya di jalur timur Pulau Jawa.
Pemerintah pusat langsung merespon cepat. Presiden Prabowo Subianto menjenguk langsung para korban di RSUD Kota Bekasi pada Selasa (28/4) dan menjanjikan pembangunan flyover untuk menghilangkan titik rawan perlintasan sebidang .
Asuransi dan Santunan
KAI menyatakan bahwa seluruh penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan maut ini merupakan tanggung jawab perusahaan sesuai undang-undang. Santunan akan diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik bagi penumpang KRL, penumpang KA Argo Bromo, maupun awak kereta yang menjadi korban .
Kesimpulan: Kronologi dimulai dari pelanggaran lalu lintas oleh taksi Green SM yang memaksa masuk saat palang pintu KA sudah tertutup. KRL yang menabrak taksi pun berhenti di jalur. Karena sinyal blok yang bermasalah, KA Argo Bromo tak tahu ada KRL berhenti di depannya dan akhirnya menghantam dari belakang. Pemerintah berjanji akan membangun flyover di titik ini untuk mencegah kecelakaan serupa di masa depan .