Hampir Sebulan, 5 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Masih Dirawat di RS

Hampir Sebulan 5 Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Masih Dirawat di RS – Jakarta – Memasuki hampir satu bulan pasca tragedi tabrakan maut di Stasiun Bekasi Timur, lima korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan data terbaru ini dalam Rapat Kerja dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Kamis (21/5/2026) .

Baca Juga: Kondisi Terkini Anggota DPR Gus Hilman Usai Kecelakaan di Tol Paspro

Data Korban: 16 Meninggal, 5 Masih Dirawat

Berdasarkan data resmi Kementerian Perhubungan, kecelakaan yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 lalu melibatkan KRL Commuter Line dan Kereta Api Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek. Insiden tersebut mengakibatkan total 124 orang menjadi korban .

Dari jumlah tersebut, sebanyak 16 orang dinyatakan meninggal dunia. Sementara itu, 103 korban telah diperbolehkan pulang dan kembali ke rumah masing-masing setelah mendapatkan penanganan medis .

Hingga saat ini, 5 korban masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di wilayah Bekasi dan Jakarta .

“Semoga para korban yang masih dirawat di rumah sakit segera diberikan kesembuhan,” ujar Menhub Dudy dalam rapat tersebut .

Daftar Rumah Sakit Penanganan Korban

Sejumlah rumah sakit telah dikerahkan untuk menangani korban sejak awal kejadian. Berikut daftar rumah sakit yang menampung korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur :

Nama Rumah Sakit Lokasi
RSUD Kota Bekasi Bekasi
RS Bella Bekasi Bekasi
RS Primaya Bekasi Bekasi
RS Mitra Plumbon Cibitung Cibitung
RS Bakti Kartini Bekasi
RS Siloam Bekasi Timur Bekasi Timur
RS Hermina Bekasi Bekasi
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur Bekasi Timur
RS Mitra Keluarga Bekasi Barat Bekasi Barat

Kementerian Kesehatan juga telah menyiapkan rumah sakit rujukan lanjutan seperti Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON) dan RSCM Jakarta untuk korban yang membutuhkan penanganan lebih intensif, termasuk layanan kesehatan mental bagi yang mengalami trauma berat .

Jaminan Biaya Perawatan

PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya oleh asuransi dan KAI .

Selain itu, BPJS Kesehatan Cabang Cikarang juga menyatakan kesiapannya mendukung pembiayaan layanan kesehatan bagi para korban yang merupakan peserta BPJS. Bahkan bagi korban dengan status kepesertaan non-aktif, tersedia mekanisme aktivasi khusus .

KNKT Masih Lakukan Investigasi

Meski hampir sebulan berlalu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih terus melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan. Hasil investigasi ini akan menjadi dasar bagi Kementerian Perhubungan dan PT KAI dalam menetapkan langkah korektif ke depan .

Pemerintah menegaskan akan menunggu hasil penyelidikan resmi dari KNKT sebelum menyimpulkan penyebab kecelakaan, demi menjaga objektivitas dan ketelitian dalam pengambilan keputusan .

Proses Pemulihan Layanan

Kementerian Perhubungan bersama para pemangku kepentingan telah melakukan berbagai langkah penanganan sejak awal kejadian, termasuk pemulihan layanan, pemeriksaan teknis awal, pengamanan lokasi, dan koordinasi lintas instansi .

Evaluasi menyeluruh terus dilakukan terhadap aspek operasional, kondisi prasarana, kelaikan sarana, sistem persinyalan, prosedur darurat, kompetensi sumber daya manusia, serta manajemen risiko perkeretaapian .


Kesimpulan: Lima korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara 103 korban lainnya telah diperbolehkan pulang. Pemerintah menjamin seluruh biaya perawatan korban melalui asuransi KAI dan BPJS Kesehatan, serta terus mengawal proses investigasi oleh KNKT untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tinggalkan komentar