Analisis Bos PPI Saat Prabowo Yakinkan Publik soal Nilai Tukar Rupiah – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi perhatian utama masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah situasi ini, Presiden Prabowo Subianto bergerak cepat untuk meyakinkan publik bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. Namun, analisis dari para pengamat dan ekonom, termasuk yang terkait dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), memberikan perspektif penting tentang situasi yang sebenarnya.
Baca Juga: Misteri Pria di Jakbar Tewas Usai Diduga Dilempar dari Lantai 2 Pasar
Posisi Nilai Tukar Rupiah Terkini
Nilai tukar rupiah terus mengalami tekanan signifikan sepanjang Mei 2026. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, pada 13 Mei 2026, rupiah menyentuh level Rp17.496 per dolar AS . Bahkan pada perdagangan Jumat (15/5/2026), rupiah sempat melemah ke level Rp17.575 per dolar AS . Angka-angka ini tentu mengkhawatirkan bagi banyak pihak.
Penyebab Pelemahan Rupiah Menurut Analisis PPI dan Ekonom
Direktur dan analis di PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) serta para ekonom mengidentifikasi beberapa faktor utama penyebab tekanan rupiah saat ini:
Pertama, konflik geopolitik di Timur Tengah. Konflik antara Iran dan AS telah mendorong harga minyak mentah dunia melonjak dari kisaran 65 dolar AS per barel menjadi lebih dari 100 dolar AS per barel . Sebagai negara net importir minyak, Indonesia membutuhkan lebih banyak dolar AS untuk mengimpor energi, yang pada gilirannya memberikan tekanan pada rupiah.
Kedua, kebijakan moneter AS. Tingkat inflasi di Amerika Serikat mencapai 3,8 persen pada April 2026, meningkat signifikan dari bulan sebelumnya. Hal ini mendorong The Fed untuk menunda penurunan suku bunga. Suku bunga AS yang tinggi membuat dolar AS semakin kuat sebagai safe haven asset, sehingga investor cenderung memilih menyimpan aset dalam denominasi dolar .
Ketiga, faktor musiman. Periode April-Mei merupakan masa repatriasi dividen korporasi, yang juga meningkatkan permintaan dolar AS di dalam negeri .
Tanggapan Presiden Prabowo
Merespons situasi ini, Presiden Prabowo menyampaikan pesan yang menenangkan saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). Beliau menekankan bahwa masyarakat di pedesaan tidak terlalu terdampak langsung oleh fluktuasi dolar AS.
“Rupiah begini, rupiah begini, apa dolar begini. Rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan,” kata Prabowo .
Lebih lanjut, Presiden menegaskan bahwa Indonesia masih dalam kondisi yang relatif baik dibandingkan negara lain. “Pangan aman, energi aman. Ya, banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo . Beliau juga mengingatkan bahwa Indonesia memiliki sumber daya yang melimpah sebagai modal dasar ketahanan ekonomi.