Tawuran Dekat Stasiun Klender Sempat Bikin Lalin Macet – JAKARTA – Aksi tawuran kembali mengganggu ketertiban umum di ibu kota. Dua kelompok warga bentrok di Jalan I Gusti Ngurah Rai, tepatnya di dekat Stasiun Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Senin (25/5/2026) pagi. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 05.00 WIB hingga 07.00 WIB .
Baca Juga: Polisi Tangkap Komplotan Pembobol Rumah di Serang, Curi HP hingga Motor
Akibatnya, arus lalu lintas dari arah Bekasi menuju Cipinang mengalami kemacetan total. Antrean kendaraan bahkan dilaporkan mengular hingga lebih dari 2 kilometer .
Kronologi Tawuran dan Dampak Macet
Bentrokan melibatkan warga Kebon Singkong (Klender) dengan warga Cipinang Jagal (Pulogadung) . Mereka saling serang menggunakan senjata tajam, lemparan batu, dan petasan .
Situasi mencekam tersebut membuat para pengendara motor maupun mobil terpaksa berhenti. Banyak dari mereka memilih menepi dan menunggu situasi aman. Beberapa pengendara lainnya memutuskan mencari jalur alternatif untuk menghindari lokasi bentrokan .
Salah seorang pengendara motor, Alwan (32), mengaku sangat terganggu dengan kejadian ini. “Terganggu, ganggu banget. Mana hari Senin, orang mulai beraktivitas, pagi-pagi pula. Malah macet panjang begini karena ada tawuran,” keluhnya di lokasi kejadian .
Para pelaku tawuran tidak hanya membahayakan keselamatan diri sendiri. Mereka juga menghambat aktivitas masyarakat yang hendak bekerja dan beraktivitas. Kemacetan yang ditimbulkan merugikan para pengguna jalan .
Tawuran Dibubarkan Petugas Gabungan
Mengetahui adanya aksi tawuran, Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob bergerak cepat ke lokasi . Mereka tiba di lokasi sekitar pukul 07.10 WIB .
Petugas gabungan dari Polri dan Satpol PP langsung melakukan tindakan pembubaran. Mereka menggunakan gas air mata untuk memukul mundur kedua kelompok yang terlibat bentrok . Setelah lebih dari satu jam, aparat berhasil mengendalikan situasi .
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal memastikan bahwa tawuran tersebut berhasil dibubarkan. “Sudah dibubarkan oleh Tim Patroli Perintis Presisi Polres Metro Jakarta Timur bersama personel Patra Brimob,” kata Kombes Alfian dalam keterangannya .
Polisi juga melakukan pengamanan tambahan di Pos Terpadu Bonsi. Langkah ini bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan aksi susulan maupun gangguan keamanan lainnya .
Warga Resah dan Minta Tindak Tegas
Warga sekitar mengaku resah dengan tawuran yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Mereka mengeluhkan bahwa bentrokan ini sering terjadi pada pagi hari, tepat saat masyarakat memulai aktivitasnya .
Pengendara motor lainnya, Rio (40), mengatakan bahwa tawuran di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai cukup sering terjadi. Meskipun tidak setiap hari, kejadian ini membuat masyarakat resah. “Iya, tidak setiap hari tawurannya. Maksudnya, jarang-jarang. Cuma kan kayak gini kan macet, kan rugi tetap buat masyarakat atau pengguna jalan,” ucap Rio .
Warga dan pengguna jalan berharap aparat dapat mengambil langkah tegas terhadap para pelaku tawuran. “Ya, mudah-mudahan semua ditindak tegas, lah. Jadi, kita kerja tuh tidak terganggu gitu sama aksi-aksi yang begini,” tutur Rio .
Gangguan pada Layanan Transjakarta
Tawuran ini juga berdampak pada layanan transportasi umum. PT Transjakarta menyampaikan bahwa sejumlah rute mengalami keterlambatan. Rute yang terdampak antara lain Koridor 11, Rute 11W (Stasiun Klender–Pulo Gadung), JAK34, dan JAK42 .
“Mohon maaf atas ketidaknyamanannya. Pantau informasi terkini layanan Transjakarta melalui media sosial resmi,” demikian pernyataan dari PT Transjakarta .
Situasi Kembali Normal
Setelah aparat berhasil membubarkan tawuran, situasi di lokasi perlahan kembali kondusif. Arus lalu lintas di Jalan I Gusti Ngurah Rai, baik dari arah Jatinegara menuju Pondok Kopi maupun sebaliknya, terpantau kembali lancar .
Meski demikian, sisa-sisa tawuran masih terlihat berserakan di sekitar Stasiun Klender. Aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan Satpol PP juga masih berjaga di lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan .