Kondisi Terkini Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan KA, Dua Jalur Kembali Beroperasi

Kondisi Terkini Stasiun Bekasi Timur Usai Tabrakan KA, Dua Jalur Kembali Beroperasi – BEKASI – Stasiun Bekasi Timur (BKST) secara bertahap kembali mengoperasikan kedua jalurnya untuk melayani naik-turun penumpang KRL Commuter Line. Kondisi ini terjadi kurang dari 48 jam pascatabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL pada Senin (27/4/2026) malam .

Normalisasi Bertahap Dimulai Siang Tadi

PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengaktifkan kembali dua jalur rel di Stasiun Bekasi Timur mulai Rabu (29/4/2026) siang . Keputusan ini diambil setelah tim gabungan berhasil menyelesaikan proses evakuasi dan perbaikan infrastruktur yang terdampak.

Baca Juga: KDM Minta Polsek Tindak Ormas yang Kuasai Palang Pintu Lintasan KA

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengonfirmasi bahwa seluruh aspek keselamatan telah terpenuhi sebelum stasiun dioperasikan kembali.

“Seiring perkembangan penanganan di lapangan, layanan direncanakan dapat kembali berjalan secara bertahap hingga lintas Bekasi–Cikarang pada siang hari,” ungkap Anne dalam keterangan resminya .

“Tim di lapangan terus melakukan evakuasi dengan kehati-hatian. Kami memastikan perjalanan hanya akan dijalankan setelah seluruh aspek keselamatan terpenuhi,” tegasnya .

Layanan KRL Berangsur Pulih

Kendati Stasiun Bekasi Timur telah kembali melayani penumpang, KAI tetap menjalankan proses normalisasi secara bertahap. Sebelumnya, sejak Selasa (28/4/2026) pagi hingga Rabu siang, layanan KRL hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi dan tidak melanjutkan rute ke Bekasi Timur menuju Cikarang .

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa proses pemulihan tidak hanya terbatas pada pembersihan puing-puing kereta. Tim juga memastikan kondisi rel, sistem persinyalan, hingga listrik aliran atas (LAA) berfungsi normal.

“Bebasin jalur ini kan tidak hanya tidak ada halangan di atasnya, kita juga harus pastikan kondisi dari relnya,” kata Bobby saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (28/4/2026) .

“Kondisi juga dari LAA-nya di atas, kemudian kondisi juga dari persinyalannya. Jangan-jangan ter-impact oleh tumburan tadi malam,” jelasnya .

Dampak Pembatalan Kereta Jarak Jauh

Meski layanan KRL mulai pulih, insiden ini berdampak signifikan pada operasional Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). Sebanyak 19 perjalanan dari dan menuju Jakarta dibatalkan pada Selasa (28/4/2026) . Pembatalan ini berdampak pada jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan perjalanan kereta api ini,” ujarnya dalam keterangan tertulis .

KAI menjamin pengembalian bea tiket sebesar 100 persen bagi pelanggan yang terdampak pembatalan hingga tujuh hari ke depan, di luar biaya pemesanan .

Profil Stasiun Bekasi Timur

Stasiun Bekasi Timur (kode: BKST) merupakan stasiun kelas kecil yang berlokasi di kawasan Duren Jaya, Bekasi Timur. Stasiun ini berada pada ketinggian sekitar +19 meter dan khusus melayani perjalanan KRL Commuter Line .

Keberadaan stasiun ini dilatarbelakangi oleh kondisi Stasiun Bekasi yang sudah mengalami kelebihan kapasitas hingga hampir 190 persen . Pemerintah pun meresmikan Stasiun Bekasi Timur pada 7 Oktober 2017 bersama Menteri Perhubungan saat itu, Budi Karya Sumadi .

Dalam operasionalnya, Stasiun Bekasi Timur memiliki dua jalur rel. Kedua jalur ini melayani arah Cikarang dan Tambun serta sebaliknya .

KNKT Masih Investigasi

Meskipun layanan telah kembali normal, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terus melakukan investigasi intensif untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan .

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengonfirmasi tim ahli sudah diterjunkan ke lokasi kejadian sejak Senin malam.

“Sejak tadi malam tiga orang investigator kami sudah di lapangan,” ujar Soerjanto kepada wartawan, Selasa (28/4/2026) .

KAI menduga insiden diawali dengan temperan taksi di JPL 85 sekitar pukul 21.00 WIB yang membuat sistem perkeretaapian di emplasemen Bekasi Timur terganggu . Namun, kronologi resmi masih menunggu hasil investigasi KNKT.

“Kami melakukan proses evakuasi sekuat tenaga. Seperti yang kita lihat, masih ada beberapa korban yang terperangkap di dalam kereta,” imbuh Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin .

“Sementara itu kronologinya tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab kecelakaan ini,” pungkasnya .

Penanganan Korban

Presiden Prabowo Subianto mengunjungi korban di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026) pagi. Beliau menjamin pemerintah akan memberikan kompensasi kepada seluruh korban kecelakaan .

“Ya nanti ada, semuanya ada kompensasinya,” kata Prabowo saat ditemui .

Prabowo juga menyebut sebagian pasien telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis. KAI memastikan seluruh biaya perawatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia ditanggung sepenuhnya .

Tinggalkan komentar