Investor Pasar Modal Tembus 26,1 Juta, Mayoritas Usia Bawah 30 Tahun

Investor Pasar Modal Tembus 26,1 Juta, Mayoritas Usia Bawah 30 Tahun – Jumlah investor pasar modal Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif. Data terbaru per 27 April 2026 mencatat angka signifikan. Jumlah investor mencapai 26,1 juta Single Investor Identification (SID) . Jumlah ini meningkat sekitar 2,9 juta dibandingkan Desember 2025 .

Baca Juga: Bagaimana Indonesia Bisa Kurangi Impor LPG?

Generasi Muda Mendominasi

Direktur Pengembangan BEI I Gede Nyoman Yetna Seta mengungkapkan komposisi investor yang menarik. Kelompok usia di bawah 30 tahun mendominasi dengan persentase 59,92 persen . Dengan kata lain, hampir 6 dari 10 investor di pasar modal berusia muda.

Jumlah spesifik investor muda ini mencapai 15,6 juta akun. Mereka aktif bertransaksi di pasar modal, menurut Gede . Berikut rincian profil investor berdasarkan usia :

Rentang Usia Persentase
< 30 tahun 59,92%
30 – 40 tahun 24,61%
41 – 50 tahun 10,64%
> 50 tahun 4,83%

Data menunjukkan antusiasme generasi muda terhadap investasi yang semakin meningkat. Dalam jangka panjang, partisipasi lebih banyak investor muda akan mendukung kesehatan pasar modal .

Peran Teknologi dan Literasi Digital

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi, mencermati fenomena ini. Menurutnya, kemudahan akses digital menjadi faktor utama. Generasi muda dapat membuka rekening efek melalui online trading, tanpa harus datang ke kantor cabang.

Proses registrasi yang semakin sederhana juga berperan penting. Minimnya syarat administrasi membuat investasi lebih inklusif bagi berbagai lapisan masyarakat. Selain itu, sosialisasi di platform media sosial dan kampus juga gencar dilakukan . Hal ini memicu budaya investasi di kalangan mahasiswa dan pekerja pemula.

Favorit Investasi dan Dampaknya

Adapun dari segi instrumen, saham dan reksadana menjadi pilihan utama investor pemula. Saham menawarkan potensi gain (keuntungan) menarik, namun risikonya lebih tinggi. Sementara itu, reksadana dipilih karena dikelola manajer investasi profesional dan relatif lebih aman. Peningkatan transaksi high-frequency trading juga mulai terlihat, terutama dari investor milenial dan gen Z.

Meskipun jumlah investor tembus 26 juta, rasio investasi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih kecil. Selain itu, dari 26,1 juta investor tersebut, masih terdapat potensi penggunaan “dormant account” atau akun tidak aktif. tetapi angka ini tetap menjadi fondasi penting menuju target 30 juta investor di masa depan.

Faktor Sosio Demografi dan Ekonomi

Disparitas gender pun masih cukup terlihat meski partisipasi investor wanita juga meningkat. Populasi investor laki-laki masih mendominasi dengan rasio 55,17 persen berbanding 44,83 persen untuk perempuan . Namun, tren investor perempuan terus bertambah setiap tahun .

Tinggalkan komentar